Crossing the Blues

Thursday, December 23, 2010

3 Cerita Lucu Malam Pertama

Malam pertama ternyata bisa berupa kejadian lucu. Tiga cerita lucu tentang malam pertama di bawah ini setidaknya menggambarkan hal tersebut. Apakah Anda mengalami cerita malam pertama seperti ini?
cerita lucu malam pertama
Berikut adalah ketiga cerita lucu tersebut:

1. Salah Pengertian di Malam Pertama

Si Wanto baru saja kawin dengan Tukiyem. Tapi pada malam pertama mereka tidak langsung berhubungan intim, karena mereka lelah sehabis menyiapkan pesta. Pada malam harinya mereka makan bakso bersama di dalam kamar. Ibunya Wanto menguping dari balik pintu dan mendengar suara…
Tukiyem: “Mas, sudah dikocok-kocok gak keluar-keluar.” (Sambil mengocok botol sambal.)
Wanto: “Jelas aja, lobangnya kekecilan!”
Tukiyem: “Ya sudah, ujungnya saya gunting saja!”
Ibunya Wanto langsung kaget, mendobrak pintu kamar dan berteriak, “Jangan!!! Anu anak saya jangan digunting!”
Wanto & Tukiyem: **#@##^%&??!!!

2. Sekarang Tinggal Digoyang

Sepasang pengantin, Koko dan Desy, akan melalui malam pertamanya. Setelah acara usai, sepasang pengantin ini masuk kamar. Di kamar sudah tertumpuk kado dari rekan-rekan mereka. Satu persatu kado dibuka, mendadak Desy tertawa girang. Apa pasal? Ternyata dia menemukan kado berisi sepatu… dia mau mencoba memakai, ternyata sepatu tersebut kekecilan. Dia terus memaksa, namun sia-sia. Koko yang melihat tidak tega, terus bertanya:
Koko: “Kenapa, terlalu sempit?”
Desy: “Iya mas, sakit nih…”
Koko: “Saya masukin perlahan-lahan ya?”
Desy: “Iya mas, tapi jangan keras-keras ya?”
Suaminya membantu memakaikan sepatu sempit itu di kaki isterinya dengan sedikit memaksa.
Desy: “Mas, sakit mas… anunya terlalu sempit…”
Koko: “Tahan donk, saya coba lagi ya?”
Tanpa mereka sadari, orang tua mempelai perempuan, Mak Mimien, lagi nguping di balik pintu kamar pengantin… rupanya ibu mempelai perempuan ini berpikiran lain… dia tidak tega kepada anak perempuanya yang mengalami kesulitan saat malam pertama, saking tidak tahannya, terpaksa ibu mempelai wanita menyela dari balik pintu.
Mak Mimien: “Kenapa nak, susah masuknya?”
Desy: “Iya maaak…”
Koko: “Kekecilan sih tanteeee…”
Mak Mimien: “Coba olesin dengan air liur…”
Koko: “Akan saya coba tante.”
Desy: “Cepat dong mas, dipoles ama air liur…”
Dengan tergesa-gesa pengantin pria memoles seluruh permukaan kaki isterinya dengan air liur.
Koko: “Coba dimasukkan lagi ya sayang???”
Desy: “Iya mas…”
Setelah dimasukkan kaki yang dipolesi liur tadi ternyata dengan mudah masuk.
Koko: “Nah… masuk kan???”
Desy: “Iya… tapi…”
Koko: “Kenapa, masih sakit ya?”
Desy: “Iya, tadi gak terlalu sih, malah udah enak.”
Mak Mimien: “Nah… tuh bisa masuk kan? Sekarang tinggal digoyang, nak.”

3. Pengalaman Malam Pertama Roni

Sehari sebelum malam pengantinnya yang pertama, Roni, si anak lugu merasa kebingungan dan harus bertanya kepada papanya.
“Pa, kalo mau ngelakuin malam pertama gimana sih pa…?” tanya Roni dengan polos.
“Gini… pertama ambil barang yang sering kamu mainkan pada masa remajamu dulu, kemudian masukkan ke tempat pipis istrimu…”, jawab papanya tenang.
Keesokan harinya, tepat pada malam pengantinnya, Roni buru-buru mengumpulkan mainan pada masa remajanya dan memasukkannya ke dalam toilet.