Crossing the Blues

Tuesday, December 28, 2010

Seks Bantu Pertumbuhan Otak?

Seks dapat membantu pertumbuhan otak, setidaknya demikian menurut penemuan baru yang dilakukan pada tikus. Tikus yang aktif secara seksual ternyata ditemukan tidak mudah stres dibanding tikus yang tidak aktif secara seksual.

Temuan masa lalu telah menunjukkan bahwa stres dan peristiwa tidak menyenangkan dapat menahan pertumbuhan sel otak pada orang dewasa. Untuk melihat apakah perasaan menyenangkan dan tidak stres bisa memiliki efek sebaliknya, para peneliti mempelajari efek seks ini pada tikus. Demikian studi yang dilakukan oleh para ilmuwan di Universitas Princeton

Para ilmuwan melakukan penelitian lewat metode mak comblang di mana tikus jantan dewasa diberi akses bergaul dengan lawan jenisnya, baik sekali sehari selama dua pekan ataupun hanya sekali dalam dua pekan.

Para ilmuwan juga mengukur kadar hormon stres yang dikenal sebagai glucocorticoid, yang dicurigai para peneliti berada di balik dampak merugikan dari pengalaman tidak menyenangkan pada otak.

Bila dibandingkan dengan tikus perjaka pria, kelompok tikus yang aktif secara seksual memiliki sel proliferasi, atau mengalami peningkatan jumlah neuron dalam hippocampus, bagian dari otak yang terhubung dengan memori di mana sel-selnya sangat sensitif terhadap pengalaman tidak menyenangkan.

Tikus-tikus yang lebih sering berhubungan seks juga memiliki pertumbuhan sel-sel otak dewasa, serta peningkatan jumlah koneksi antara sel-sel otak. Demikian seperti yang dilansir Live Science, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, tikus yang hanya melihat tikus betina sekali dalam dua pekan memiliki kadar hormon stres, sedangkan tikus yang memiliki akses rutin untuk melihat tikus betina, tidak menunjukkan peningkatan hormon stres.

Temuan ini menunjukkan bahwa sementara hormon stres dapat merusak otak, efek ini bisa ditolak oleh pengalaman yang sangat menyenangkan.