Crossing the Blues

Monday, February 14, 2011

Curhat Pria Tentang Kencan Pertama!



Semua ini ditulis sebagaimana keluar dari mulut mereka!
1. “Saya nervous kalau mau kencan. Dari siang saya terus bertanya-tanya apakah perlu SMS dia untuk mengingatkan. Tapi nanti terkesan terlalu ‘nafsu’. Saya takut dia lupa, atau parahnya lagi, Robert Pattinson mengajak dia kencan, lalu dia memilih pergi dengan Robert.” –Andi, 31 tahun, Web Designer.
2. “Momen di mana Anda melangkah masuk ke dalam restoran. Beginilah arah mata kami: Wajah, rambut, dada, pinggul, kaki, lalu kembali ke wajah.” –Yosef, 31 tahun, Musisi.
3. “Rok mini atau skinny jeans? Pokoknya kami ingin Anda menunjukkan aset yang terbaik. Anda harusnya sudah tahu dong, mana yang harus ditunjukkan dan mana yang harus ditutupi. Kami bisa lihat lho, kalau Anda tak nyaman dengan pakaian Anda sendiri. Dress to flirt, but make sure it’s still you.” –Markus, 29 tahun, Landscape Designer.
4. “Saat Anda sedang sibuk bicara, kami mencuri satu sampai dua detik untuk memerhatikan dada Anda. Sorry.–Bram, 32 tahun, Atlet.
5. “Saya tidak mengerti kenapa wanita harus repot urusan makeup. Bukankah di kencan pertama Anda harusnya tampil natural? Kami peduli dengan rambut. Helaian yang jatuh di sekeliling pipi, my goodness that’s
heaven!”
–Kris, 26 tahun, Produser Radio.
6. “Pembahasan di kencan pertama: Pekerjaan, keluarga, hobi, film. Dilarang keras: Gosip Luna Maya, kisah cinta sahabat-sahabat Anda, terutama alasan Anda putus dengan sang mantan.” –Lukas, 33 tahun, IT Manager.
7. “Sudah ada yang bilang belum, kalau kami suka mencuri-curi pandang ke arah dada wanita di tengah kencan?” –Tommy, 27 tahun, IT Consultant.
8. “Setelah first date, SMS satu kali untuk bilang terima kasih. And that’s it. Saya pernah berkencan dengan satu wanita yang terus-menerus BBM sementara saya menyetir. Sangat mengganggu, dan kalau boleh jujur, too easy to get.” –Richard, 28 tahun, Arsitek.

9. “Saya pernah ‘diteror’ setelah kencan pertama. Dia tak henti-hentinya sms atau telepon, menanyakan kapan kita ‘jalan’ lagi. Karena saya tak membalas, dia menulis note di Facebook tentang cinta tak berbalas, lalu saya di-tag. Horor!” –Sutan, 30 tahun, Pharmacist.

10. “Kalau pria tidak telepon lagi, itu bukan karena dia sedang sibuk di kantor, bukan karena dia sedang ke luar kota, bukan karena dia lagi batuk dan pita suaranya rusak. Tapi dia memang tidak punya keinginan untuk menelepon Anda lagi.” –Jon, 27 tahun, Promotion