Crossing the Blues

Friday, February 4, 2011

Victoria's Secret - Di Balik Bikini-bikini Seksi


Ketika bekerja di toko pakaian ayahnya, Leslie Wexner mendesak ayahnya untuk berkonsentrasi pada pakaian olahraga karena tingkat penjualannya yang tinggi. Ayahnya menegaskan bahwa sebuah toko memerlukan barang dagangan yang banyak keanekaragamannya, termasuk pakaian resmi dan bisnis. Dengan marah Leslie diberitahunya, "Kamu tidak akan pernah bisa menjadi seorang pedagang." Jadi, di usia 26 tahun, Leslie Wexner mendirikan The Limited - sekarang bernama Limited Brands. Dia mulai di tahun 1963 dengan sebuah toko kecil setelah mendapat pinjaman sebesar $ 5.000 dari bibinya.
Jelasnya, strategis fokus Wexner berhasil. Hari ini Limited Brands mengoperasikan ribuan toko di Amerika Serikat, termasuk Express, Lerner New York, The Limited, Structure, dan Victoria's Secret. Tepatnya Wexner telah berhasil menjadi seorang pedagang yang tangguh.
Sebagai seorang pedagang, Leslie Wexner adalah salah satu eksekutif pengecer pertama yang mengerti pentingnya mengembangkan jaringan supplier asing yang mampu membuat barang-barang dengan biaya murah dan cepat. Hal ini memungkinkan tokonya untuk dengan cepat menjawab trend fashion yang lagi panas tanpa risiko-risiko yang berkaitan dengan inventori yang besar.
Wexner juga dikenal karena kreatif dalam menempatkan toko-toko ecerannya dengan menggunakan mode pakaian yang sesuai perkembangan zaman, rancangan toko yang menawan, dan iklan yang dahsyat. Contohnya, setelah sebuah akuisisi, cepat-cepat dia menekankan pada fashion. Sebagai hasilnya, penjualan per toko bertumbuh kira-kira 20 persen per tahun. Dia juga memiliki penglihatan yang jauh ke depan terhadap reposisi Victoria's Secret, yang lebih merupakan rantai enam toko yang kotor dan jorok yang bermarkas di San Fransisco di kala Wexner membelinya. Kini, Victoria's Secret adalah pemimpin dalam bidang pakaian-pakaian dalam yang seksi (intimate apparel). Diterjemahkan oleh Charles Roring dari Victoria's Secret - Strategic Planning in Retailing..sumber:englishland.or.id