Crossing the Blues

Monday, March 28, 2011

Ibu Pekerja Hanya Punya Waktu 1 Jam untuk Anak

Ibu bekerja hanya punya waktu 1 jam untuk anak. (Foto: Getty Images)
Ibu bekerja hanya punya waktu 1 jam untuk anak. (Foto: Getty Images)
UNTUK urusan pemberdayaan perekonomian keluarga, peran wanita saat ini patut diacungi jempol. Karenanya, kondisi wanita bekerja di kota-kota besar sudah menjadi pemandangan yang lumrah. Keterbatasan waktu para wanita pekerja di rumah pun sudah biasa ditemukan.

Menghadapi kondisi tersebut, banyak orang bilang, kualitas lebih baik daripada kuantitas. Anggapan itu telah terbukti, ibu bekerja menghabiskan lebih dari satu jam sehari dengan anak-anak mereka. Demikian disebutkan dalam sebuah penelitian terbaru.

Angka rata-rata termasuk akhir pekan, begitu banyak ibu bekerja mengelola waktu tidak lebih dari beberapa menit per hari dengan anak-anak mereka selama seminggu.

Dari angka-angka tersebut, para orangtua yang bekerja dan merangkap jadi ibu rumah tangga harus fokus pada kualitas waktu dengan anak-anak mereka daripada kuantitas.

Seorang ibu di Inggris mengelola hanya satu jam dan 21 menit sehari dengan anak-anak mereka. Itu membuat mereka jadi wanita tersibuk di Eropa. Sebaliknya, ibu bekerja di Irlandia mengelola hampir dua kali lipat. Demikian yang dinukil dari Daily Mail, Senin (28/3/2011).

Seorang pembaca berita BBC yang merupakan pekerja keras dan ibu Sophie Raworth (3) mengatakan, dia mendedikasikan 15 menit waktunya sebagai orangtua kepada masing-masing anak-anaknya, mengikuti skema pengasuhan US Fast.

Dia menjelajahi program yang dirancang untuk memperbaiki perilaku dalam sebuah film dokumenter “Two” yang baru-baru ini diputar di BBC.

Meskipun ibu bekerja harus melakukan perjuangan untuk menekan tugas rumah tangga mereka di sekitar pekerjaan sehari-hari, ibu yang tinggal di rumah mengelola waktu selama dua jam, dan 35 menit dengan anak-anak mereka setiap hari.

Sebaliknya, househusbands (bapak yang tinggal di rumah) mencurahkan waktu hanya 63 menit kepada anak-anak mereka. Studi tersebut telah ditemukan oleh Economic Co-operation and Development.

Dari 21 negara maju yang dianalisis, Australia berada di posisi atas dengan kondisi ibu bekerja dan ayah menghabiskan 105 menit dan masing-masing 69 menit. Sementara ibu dan ayah yang tinggal di rumah menghabiskan waktu 236 menit dan 105 menit. Data dikumpulkan selama 11 tahun antara tahun 1998 dan 2009.

Mantan Menteri Kehakiman Prancis Rachida Dati kembali ke kantor hanya lima hari setelah melahirkan melalui operasi caesar pada tahun 2009.

Di Irlandia, ibu menghabiskan dua jam 30 menit sehari dengan anak-anaknya. Sementara di Australia, menghabiskan waktu dua jam dan 17 menit, serta satu jam dan 34 menit di Amerika Serikat.

Di Inggris terdapat dua juta ibu yang tinggal di rumah dengan lebih dari 13 juta orang memiliki salah satu pekerjaan penuh atau paruh waktu.

Orangtua yang sangat berpendidikan cenderung untuk memprioritaskan penitipan anak yang akan membuatnya lebih santai dan bisa tidur. Studi ini membandingkan 21 negara-negara industri.

Ibu cenderung menghabiskan waktu mereka pada tugas-tugas seperti makan, mengawasi anak-anak, dan membantu merapikan pakaian anak-anak mereka. Sedangkan ayah lebih terfokus pada tugas-tugas praktis seperti membantu pekerjaan rumah, bermain, olahraga, dan membaca.

Psikolog keluarga dan anak, Dr Sandra Wheatley, mengatakan kepada Sunday Telegraph, "Saya tidak berpikir orangtua adalah permainan angka. Yang penting adalah bahwa anak-anak mendapatkan kesempatan untuk bersenang-senang dengan orangtua mereka."
source:okezone.com