Crossing the Blues

Wednesday, April 27, 2011

Inspirasi Pengemis hingga Pasar Burung Tradisional

Ferry Sunarto & model (Foto: Nisa)
Ferry Sunarto & model (Foto: Nisa)
PERGELARAN "FASH10N'11, Fashioning Daily Life" yang dihelat Asosiasi Perancang Pengusaha Muda Indonesia (APPMI) BPD Jawa Barat pada Selasa malam menyuguhkan koleksi ready-to-wear deluxe 18 desainer Kota Kembang.

Dengan konsep yang diusung, ke-18 perancang tersebut, di antaranya Deden Siswanto, Eddy P Chandra, Ferry Sunarto, Harry Ibrahim, Harry Lam, Hennie Noer, Herman Nuary, Irna Mutiara, Iva Latifah, Jenni J Tedjasukmana, Jimmy Fei Fei, Ledie Suwandie, Malik Moestaram, Misan, Nuniek Mawardi, Rebecca Ing, Rudy Liem, dan Susan Zhuang menyuguhkan karya-karya andal mereka.

Ketua APPMI Jabar Deden Siswanto, salah satu perancang yang unjuk penampilan pada malam itu. Mengusung inspirasi “Pengemis”, Deden menyuguhkan garis desain terusan draperi yang santai dibuat tampil mewah menggunakan digital print luar angkasa dan padu padan material lain seperti buku dan sequin. Ke-10 rangkaian busana tersebut sarat nuansa eclectic.

Sementara Jimmy Fei Fei dengan mengusung konsep avant garde, mengangkat tema “Mask on Fire”, Jimmy tampilkan kemeriahan sirkus dalam warna-warna monokrom. Korset penuh bordir, terusan asimetris, jubah besar berpayet dan hiasan kepala yang berukuran besar terlihat mendominasi koleksi Jimmy.

Tidak hanya busana berpotongan extravagan saja yang mengundang decak kagum para pecinta mode. Beberapa koleksi busana muslim pun ikut menarik perhatian.

Sebut saja koleksi dari Herman Nuary yang menyajikan gamis berbahan velvet gelap dengan detail bebatuan dan layering. Penampilan koleksi busana muslim tersebut semakin istimewa berkat hiasan kepala berupa turban yang tinggi.

Berbeda dengan rancangan dari Hennie Noer yang mengedepankan gamis berpalet lembut dengan sentuhan modern dan budaya Jepang. Bertemakan “Fabulous Woman”, Hennie menghadirkan busana yang terbuka dari kain tenun dan bordir sebagai ornamen.

Rangakaian pergelaran “Fashioning Daily Life” ditutup oleh peragaan busana dari penasihat APPMI, Ferry Sunarto yang karyanya mendapat inspirasi dari pasar burung tradisional. Kebaya serta motif batik sengaja diangkat untuk menekankan busaya tradisonal namun tetap berkesan edgy dan modern.