Crossing the Blues

Sunday, April 10, 2011

Kompromi, Solusi Aman Atasi Masalah

Atasi masalah dengan kompromi. (Foto: Sheknows)

Atasi masalah dengan kompromi. (Foto: Sheknows)
MENJALIN sebuah relasi hubungan memang takkan pernah luput dari berbagai masalah kehidupan yang kerap muncul. Namun meski kehadirannya seakan tak pernah surut, bukan berarti masalah tersebut tidak bisa diatasi. Dengan sedikit kompromi, permasalahan pun dapat teratasi.

Salah satu cara terbaik untuk menjaga hubungan Anda tetap pada jalurnya ketika dilanda masalah adalah menerapkan sistem kompromi. Cara ini tak hanya menciptakan keharmonisan bagi hubungan yang Anda bina, tapi juga menghindarkan Anda dari keributan yang parah. Lantas, bagaimana cara kompromi yang baik? Berikut ulasannya, seperti ditulis Sheknows.

Buat kesepakatan

Jika Anda dilanda kebuntuan ketika masalah menghadang di mana salah satu dari Anda tak bersedia untuk mengalah, buat saja sebuah kesepatakan. Pertimbangkan apa yang menjadi masalah perdebatan kemudian cari solusi yang bisa memenangkan ego dan memenuhi kebutuhan Anda berdua. Misalnya saja, menyoal mengurus anak-anak. Buatlah kesepakatan bahwa dia mendapat tugas untuk mengantar anak-anak selama sepekan penuh dan membuatkan makan malam untuk  mereka. Sebagai kompensasinya, dia akan mendapatkan libur satu minggu bebas dari tugasnya.

Tidak ada istilah menang dan kalah

Tidak peduli siapa yang paling banyak membuat kesalahan atau lalai terhadap sesuatu hal yang Anda ributkan. Namun, untuk menghindari argumen yang berlarut-larut dan tidak ada yang mau mengalah maka lakukan kronologi permasalahan dari awal. Dari grafik tersebut Anda berdua mendapatkan gambaran siapa sebenarnya yang menciptakan kesalahan terlebih dahulu. Siapapun yang nantinya bersalah, sebaiknya tidak saling menyudutkan. Sebaliknya, segera cari jalan tengah untuk menjembatani perbedaan pendapat tersebut.

Cari jalan tengah

Ketika salah satu dari Anda menyatakan ketidaksetujuan atas sebuah hal mungkin pihak lainnya pun akan merasa tidak puas. Itu adalah hal wajar. Namun ketimbang memelihara perseteruan berhari-hari dan terkesan membuang waktu, serta energi untuk berdebat tentang hal yang sama berulang kali, sebaiknya tetapkan sebuah solusi sebagai jalan tengah. Ingat, apapun hasil solusi yang disepakati sebaiknya jauhkan kesan “menang ataupun kalah” di antara Anda berdua. Tak seorang pun dari Anda berhak untuk menyabet label kemenangan atau kekalahan.
source:okezone.com